Categories
Mahasiswa Berprestasi

Film Pendek ‘Sinergi’ dan Perjalanan Kreatif Mahasiswa Ikom 2024 di Dies Natalis FISIP UNTAN ke-59

Kemenangan bukan hanya tentang hasil akhir  tetapi juga tentang perjalanan yang penuh tantangan dan pembelajaran. Hal inilah yang dirasakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 setelah berhasil memenangkan lomba film pendek Dies Natalis FISIP UNTAN ke-59 dengan karya mereka yang berjudul Sinergi: When Diversity Must be United. 

“Sinergi” terinspirasi dari Indonesia yang dikenal dengan keberagamannya, dan hal itu juga tercermin dalam kehidupan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berasal dari berbagai daerah dengan bahasa serta logat yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri dan menciptakan dinamika unik dalam interaksi mereka.

Pembuatan film ini memakan waktu sekitar satu bulan, dimulai dari tahap perancangan hingga editing. Proses ini tentu tidak mudah, apalagi bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.Pada awalnya, seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi 2024 berdiskusi untuk menentukan kru dan konsep. Setelah terbentuk, tim mulai menyusun naskah, memilih lokasi, dan melakukan reading.

Namun, perjalanan produksi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah penyesuaian jadwal kru dan pemeran dengan ketersediaan alat produksi. Dengan budget terbatas, mereka hanya bisa menyewa beberapa alat, sementara kamera diperoleh dari pinjaman kenalan.

“Kadang kru dan pemerannya sudah bisa, tapi alat produksinya tidak tersedia, dan sebaliknya. Apalagi karena jadwal kami berbeda-beda, jadi beberapa kali syutingnya batal atau hanya bisa sebentar,” jelas Aufa.

Akibatnya, syuting yang seharusnya selesai dalam satu minggu molor menjadi dua minggu. Hal ini berdampak pada proses editing yang harus dilakukan dengan sistem kebut semalam (SKS) agar film dapat dikumpulkan tepat waktu. Meski demikian, kerja keras dan semangat kolaborasi membuat mereka berhasil menyelesaikan film dengan hasil yang memuaskan.

Di balik segala tantangan, Sinergi hadir sebagai pengingat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan sebuah kekuatan. Dengan perspektif yang berbeda-beda, seseorang dapat belajar dan berkembang lebih luas.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa perbedaan itu tidak perlu dijadikan sebagai sebuah penghalang, tetapi justru bisa menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan. Keberagaman memberi kita perspektif baru yang akan membantu kita lebih berkembang,” jelas Aufa.

Kemenangan dalam lomba ini bukan hanya sekedar trofi atau penghargaan, tetapi juga bukti bahwa kerja sama dan saling memahami dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ke depan, mereka berharap dapat terus berkarya dan membawa inspirasi bagi banyak orang.

Narasi/Foto: HUMAS HIMAKOM UNTAN