Categories
Dosen Penelitian

KPI Bekerja Sama Dengan Untan Gelar FGD Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2021

PONTIANAK – Komisi Penyiar Indonesia (KPI) Pusat bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar Focus Group Discussuion (FGD) Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Tahun 2021 di Hotel Golden Tulip, Sabtu (5/6/2021)

Kegiatan FGD tersebut  merupakan salah satu yang dilakukan  di sebelas kota lainnya di Indonesia. Kegiatan ini merupakan riset tahun ke-7 yang bekerja sama antara KPI dengan Universitas Tanjungpura. Terdapat dua peiode riset dalam tahun 2021. Kali ini merupakan Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode Pertama. Komisioner bidang kelembagaan KPI Pusat, Nuning Rodiyah mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan serta membuka FGD. Kegiatan tersebut juga menghadirkan beberapa informan ahli yang berasal dari latar belakang media dan pemerhati media. Para informan ahli tersebut mengulas 8 kategori siaran televisi yang terdiri dari program berita, program talkshow, program infotainment, program variety show, program sinetron, program anak, program religi, dan juga program wisata budaya. Para informan ahli berkesempatan menyampaikan konfirmasi penilaian beserta argumentasi atas sampel program yang menjadi obyek riset.

Banyak catatan untuk meningkatkan kualitas siaran televisi di Indoensia. Beberapa kategori yang menjadi perhatian khusus di antaranya kategori sinetron, Tayangan sinetron tidak memiliki muatan yang sesuai dengan perkembangan psikologis anak anak dan remaja. Alur cerita yang mengangkat intrik dan permasalahan orang dewasa serta dan adegan-adegan percintaan di dalamnya, dinilai tidak tepat untuk perkembangan psikologis anak-anak maupun remaja.

Catatan lain yang menjadi sorotan informan juga terjadi pada program berita yang terlalu banyak menyajikan berita mengenai kejahatan dan kriminal, bahkan pada menit-menit awal program berita itu dimulai. Hal yang menjadi catatan adalah hendaknya berita kriminal tersebut dibuat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan opini dan saran dari penyiar berita agar berita kriminal tersebut tidak diikuti masyarakat, dan disertakan penjelasan dampak jika masyarakat mengikuti tindakan kriminal tersebut.

Kemudian pada kategori infotainment yang sampai saat ini masih mendapat skala terendah. Infotainment dianggap banyak menyiarkan berita kurang penting, isi beritanya kurang berimbang karena banyak pemberitaan infotainment yang diangkat dari media sosial pribadi ‘artis’, pemberitaan-pemberitaan dalam infotainment diangap tidak memedulikan kepentingan publik.

Sebagai sebuah program prioritas nasional, riset ini diharapkan bisa menjadi sebuah solusi untuk kemajuan program-program pertelevisian Indonesia.